Selasa, 17 November 2015

set off for my camera

If i like a moment, i mean, me... personally. I don’t like to have the distraction of a camera. i just want to say in it. Right there...right here...

Begitulah sepenggal kalimat dalam sebuah film yang gak terkenal kenal amat, gak setenar transformers atau hunger game.  Tapi aku sudah melihat film ini dua kali. Pertama di Bandung tempatku menghabiskan akhir pekan, yang kedua kemaren ini saat naek batik air dari padang ke jakarta. Kata –kata itu diucapkan oleh seorang fotografer Sean O’Connell dalam film The Secret Life of Walter Mitty.

Kata kata itu serasa gue banget. Entah karena males nge-set diafragma kamera atau entah karena males ngeluarin kamera dari dalam tas. Tapi saat melihat suatu obyek yang membuat mata susah berkedip, gue banyak terpesonanya, banyak menatap dan akhirnya tidak mengabadikannya.  Sangat bersyukur karena diberi kesempatan bisa melihat keindahan yang luar biasa. Dan menjadi egois...keindahan ini hanya untukku saja dan teman seperjalannku...aku tidak akan membaginya dengan dunia. Set off for my camera.

dan pada akhirnya menjadi Sangat kagum dengan tukang poto alias potografer yang sangat sabar mengabadikan berbagai macam hal bahkan hingga rela menunggu berhari-hari demi sedetik moment yang membuat kita speachless. Memang banyak tukang poto sekarang, banyak orang yang mendadak kaya, menenteng kamera-kamera beresulusi tinggi, dengan lensa  super panjang, berjalan kesana kemari  berlagak sebagai tukang poto internasional.  Tapi tidak punya etika, suka mencuri obyek orang lain... Hallooo...dunia bukan milik kalian saja.... (..hehehe...maksudnya apa sech..malah ngomel disini...)

Gini...suatu senja...biasalah orang akan berjubel di sebuah pantai untuk menunggu sunset (lagian nunggu sunset saja berjubel macam nunggu busway saja) gue sudah duduk manis dong lengkap dengan kamera on set  tripot plus tandem hp on set pula. Tiba tiba, seorang potografer abal-abal (maap kalau ada yang tersinggung) mengambil set dengan manis di depan gue meghalangi gue dari berbagai sudut tanpa permisi, tanpa minta maaf atau menyembah lah minimal. 

senja di sebuah pantai tanpa nama di pesisir serang-banten (taken by Mr sigit)
Dongkol sech...di ingetin juga percuma....dan akhirnya....sunset itu hanya ada di mata dan ingatan gue (kalau di film Harry Potter ada alatnya untuk mengeluarkan ingatan lama, sayangnya ini dunia nyata)...set off my camera kali ini dengan terpaksa.

whatever lah .....  Im really love my life, never stop dreaming and choose what i want to make my life happily...alhamdulilah...

puncak lawang Agam-Sumbar (taken by me)